Pilu, Pengasuhan Semu Ala Kapitalis
_Pemerhati Anak & Keluarga
Publik kembali dihebohkan dengan pemberitaan yang luar biasa membuat sedih dan pilu hati manusia, apalagi seorang ibu. Ya, geram dan sedih rasa menyuruak ketika mendengar berita terkait dengan buah hati kita. Sebagaimana di kutip dari salah satu laman nasional menyebutkan bahwa salah satu penitipan anak (day care) memperlakukan para balita secara tidak manusiawi. Anak-anak yang tak berdosa itu sengaja direbahkan di lantai dengan tidak menggunakan pakaian.
Yang lebih parahnya adalah kedua kaki dan tangannya diikat dengan tali. Bahkan mulutnya ditutup dengan lakban. Beberapa balita ada yang mengalami luka pada tubuhnya. Peristiwa ini terjadi di Little Aresha Daycare Yogyakarta. Kekerasan yang terjadi terkuak dari laporan mantan karyawan yayasan. Ia memaparkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh seluruh pengasuh merupakan aktivitas tidak manusiawi. (bbc.news.com, 27/04/2026)
Jujur, sebagai seorang ibu hati ini begitu perih dan menderita melihat perlakuan dari para pengasuh di daycare tersebut. Tujuan menitipkan ananda ke penitipan tentunya ingin perhatian serta perlindungan benar-benar ada. Tak lupa agar ananda ada yang memperhatikan dengan baik. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Perlakuan tidak baik justru diterima oleh para balita yang sengaja di titipkan di sana. Padahal orang tua sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit demi membayar upah para pengasuh. Innalillahi, justru perlakuan buruk yang diterima para ananda.
Ini mungkin saja hanya permukaan persoalan penitipan anak yang ada di negeri ini. Bisa jadi masih banyak ternyata daycare yang mempunyai serupa atau lebih parah. Sebagaimana fenomena gunung es, memungkinkan masih banyak kasus yang memang belum terungkap.
Jika kita lihat secara mendalam, maka hal ini sangat mungkin bisa terjadi di tengah sistem kapitalis yang sedang mengepung seluruh negeri di dunia, termasuk di Indonesia. Dengan tujuan utama menumpuk materi serta manfaat maka orang tak lagi menilai dan melihat apakah aktivitas yang dilakukan sesuai dengan ajaran agamanya atau tidak. Semua yang dilakukan hanya berfokus pada sisi manfaat untuk individu semata. Amanah, tak lagi menjadi sebuah hal yang harus dijalankan serta diwujudkan. Inilah wajah yang tercipta dari sistem kapitalis yang diterapkan saat ini.
Begitu pula dari sisi sang ibu, ia hanya menjadi korban atas keganasan sistem ini. Mereka dipaksa untuk keluar dari hal yang seharusnya ia lakukan dengan baik. Tuntutan ekonomi serta validasi menjadi faktor utama yang akhirnya mendorong para ibu untuk keluar dari ranah privasinya. Walaupun memang dalam Islam hukum wanita bekerja adalah mubah, namun ketika ia ingin bekerja maka harus dipastikan seluruh yang menjadi amanahnya terkalahkan dengan baik. Salah satunya adalah ketika sang ibu mempunyai anak yang berada di usia belum sekolah, maka kewajiban ibu untuk mendampingi ananda harus dilakukan.
Jika memang sang ibu harus berkerja maka harus memastikan dengan serius kemana ananda akan dititipkan. Karena ibu bertugas sebagai madrasah pertama bagi sang anak. Termasuk pula menjadi teman bermain, berbagi kasih sayang, dan belajar akidah sebagai fondasi anak ketika keluar rumah. Nah, inilah tugas yang benar-benar harus dijalankan oleh sang ibunda dan ini yang nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di yaumil akhir. Alhasil, maka hal ini yang seharusnya bisa dipahami oleh setiap individu yang bernama 'ibu'.
Dari sisi yang lain, bahwa negara pun bertanggung jawab atas hal ini. Dengan kekuasaan yang dimiliki maka seharusnya negara mampu membuka lapangan pekerjaan yang banyak untuk para pencari nafkah. Jangan malah lapangan pekerjaan yang banyak hanya untuk kaum hawa saja. Harusnya negara paham benar bahwa ketika ibu berada di rumah dan mampu melaksanakan amanahnya degan baik maka InsyaAllah generasi yang ada akan mempunyai fondasi kuat. Karena mereka dibekali dengan keimanan yang kuat, balutan kasih sayang full yang diberikan, serta adab dasar yang selalu ananda terapkan dimanapun ia berada. Sehingga generasi yang ada tentu akan kuat dan tidak mudah rapuh dengan segala kejadian yang menimpanya.
Negara pun akan dengan ketat memberikan perhatian khusus kepada seluruh keluarga dari sisi penanaman akidah. Artinya, negara akan memberikan ilmu penuh kepada kedua orang tua sebagai modal dasar untuk diberikan kepada anak-anaknya. Semua itu akan terwujud ketika Islam hadir dalam kehidupan ini dan dibalut dengan berdirinya institusi yang mampu menerapkannya secara keseluruhan.
Editor :Esti Maulenni