Kenakalan Remaja Semakin Merajalela, Salah Siapa?
Apabila ini dibiarkan, akan terus terjadi dan memakan korban, terlebih dunia pendidikan kita saat ini hanya mengandalkan penilaian di atas kertas, prestasi demi prestasi dibanggakan, namun jauh dari pembentukan kepribadian dan akhlak terpuji, ini adalah buah dari sistem pendidikan sekuler, maka wajar jika kerusakan pada remaja juga terus terjadi secara sistemik karena sistem yang ada baik sistem pendidikan, pergaulan, hukum dan informasi tidak mendukung untuk penjagaan remaja dari kerusakan. Semua ini potret buruk sistem pendidikan Indonesia.
Sungguh berbeda dengan sistem pendidikan Islam yang menjadikan akidah sebagai landasan sehingga mampu menghasilkan siswa yang berkepribadian mulia.
Islam sangat melarang keras prilaku merendahkan orang lain. Hal ini sebagaimana Firman Allah Swt dalam Al quran, surat Al Hujarat
Hai orang-orang yang beriman janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik dari mereka (yang merendahkan) dan janganlah pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik, dan jangan suka mencela dirimu sendiri, dan jangan memanggil dengan gelar yang mengandung ejekan, seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat mereka itulah orang-orang yang zolim.
Oleh karena itu kasus buliying tidak boleh didiamkan. Terapi yang perlu diberikan pada pelaku bullying remaja setidaknya mencakup terapi preventip (pencegah) dan kuratif (pengobatan).
Upaya preventif yang dilakukan adalah mengembalikan peran keluarga, masyarakat dan negara. Sedangkan upaya kuratif adalah bagaimana mengobati mereka yang memiliki kecendrungan melakukan buliying, dengan pendekatan mendasar yang akan mempengaruhi pola pikir remaja ketika menghadapi kehidupan, sehingga mereka akan meninggalkan sikap tersebut dengan penuh kesadaran.
Benteng pertahanan pertama dan utama remaja adalah keluarga, yang akan menjadi tempat pendidikan dan pembentukan karakter. Yang terpenting bagi seorang remaja, orang tua harus memberikan teladan kepada anak-anak mereka dalam berkata dan bersikap, tak sedikit para pelaku buliying berasal dari keluarga yang rusak dan terjadi komunikasi yang buruk dengan Orang tua mereka, hal ini menjadikan rusaknya pisikologi dan akhlak remaja.orang tua hendaknya membekali remaja dengan akidah yang kokoh dan akhlak yang terpuji.
Read more info "Kenakalan Remaja Semakin Merajalela, Salah Siapa?" on the next page :
Editor :Esti Maulenni